Isikan nama -matapelajaran danalamat blog di bawah ini
Silahkan tinggalkan link pada kotak komentar (berisi link weblog/website serta kelompok guru TK, SD, SMP, SMA) untuk dimasukkan dalam daftar ini. Mohon koreksi untuk perbaikan tautan, nama, kelompok tingkat sekolah. Tulisan ini saya kopi langsung dari blog Pak URIP
Silahkan tulis link jika anda punya rekomendasi untuk blog guru .
Guru SD/MI:
Agus Sampurno (DKI)
Guru SMP/MTs:
Ardymond (?c) TIK
Donny Rajagukguk (Sumbar) B. Inggris/TIK
Hindraswari Enggar D (DKI) TIK
Moh. Syafi?fi (Kaltim) Matematika/TIK
Sumarso (Banten) Penjasorkes
Willy Ediyanto (Kalteng) Bahasa Indonesia
Akhta Sulasfian (Kalteng) Bahasa Inggris
Yusman (Kalteng)Matematika
Sawali TuhusetyaBahasa Indonesia
Mursyid PW (Jateng)IPA
aini Latifah (kendal-Jateng)Matematika
Wandi (Mat-kendal)Matematika
Wandi Berita (Mat-kendal)Matematika
Sunarno (jateng)biologi
M Mursyid (SMP Pekalongan-Ingris)
Ade Fathurahman (Jabar, Sukabumi) ? Geografi
Agus Yulianto (DIY) ? Kimia
Andi Hidayat (DIY) ? Geografi
Anim Hadi Susanto (Jatim) ? Kimia
Aries Eko Wibowo (Kalsel) ? Kimia
Budi S. (Kalteng) ? Kimia, TIK
Ismuji (Kaltim) ? Matematika
Istiyanto (DIY) ? Matematika
Muhammad Yuliawan (Sulsel) ? Kimia
Rudy Hilkya (Kalteng) ? Fisika
U r i p (Kalteng) ? Kimia
Zainal Muttaqien(Klasel)? TIK
Bayu Putra (Kalteng)
Guru SMK/MAK:
Dedi Dwitagama (DKI)
Deni Triwardana (DKI)
H. Bustamam Ismail (DKI)
Haryanto (DKI)
Lily Musyarofah (DKI)
Masnur Tampubolon (DKI)
Parjono (DKI)
Paryaningsih (DKI)
Pormina Silaen (DKI)
Sudiono (DKI)
Titi Mayani (DKI)
Umi Umairoh (DKI)
Kusdiono (DKI)
Kwarta A.P. (Jatim)
Gusti Sahroni (Kalteng)
Kushar (Jakarta-TIK-Gambar)
Karlan (Kalteng)
Baru ditambah
Pakar Fisika
Guru PKn
de King ? Matematika
Kangguru
Bakharuddin(Riau)
rumahnajwa.wp
suretnohadi(geo-kalimantan selatan)
Pag GUnawan (medan) http://blog-guru.web.id/
Rekan-rekan guru yang ingin memasang link di direktori blog guru, silakan isi form di bawah ini. Tidak ada syarat untuk memasang kode (reciprocal link) di blog Bapak/Ibu guru, namun jika berkenan saya sangat senang.





link sudah saya pasang
aku seorang guru di smk sudah hampir 6 thn tapi sampai sekarang belum punya nuptk bagaimana agar aku punya nuptk itu? tolong bantuuuuuuuuuuu!
Ini bukan tentang kartu ATMnya. Tapi salah satu pengalaman dari anggota kami yang memerlukan transfer cepat. Yg jelas Shar-e gak pake ngantri seperti BRI di Ampah dan sama-sama onlinenya.
Kami pengurus PBSI Dusun Tengah juga meminta sponsor dari pemilik rekening shar-e untuk pembinaan team senior dan junior. Untuk team senior memang tidak terlalu memerlukan sponsor karena anggotanya masih mampu urunan untuk latihan, tetapi team junior yg anggotanya usianya antara 8-14 tahun belum mampu untuk urunan jadi latihannya senin aja (tidak senin-kemis) itupun jarang-jarang.
Mohon informasi ini disalurkan pada pemilik rekening yg lain (selain shar-e). Thanks atas kesempatan menulis yg diberikan pd halaman Cerita tnt Shar-e. Semoga rek anda tulisannya makin banyak.
http://202.153.30.131:1133/pcb itu pc banking dulu, sekarang gimana ya
“
“
Melanjutkan cerita matahari….
Karena matahari mengatakan DIAM..DIAM..DIAM..DIAM. Maka sunyilah bumi ini dari suara-suara….Karena semua jadi diam. Dalam kesunyian itu Matahari MERASA jadi penguasa.
Lantas bagai kalau ternyata kita tidak mau diam???
Matahari akan TETAP jadi penguasa sampai akhir zaman.
he…hehhh…hek…hekkk.
saya copy karena tertarik dengan komentarnya
“Mungkinkah hukum karma berlaku ?. Yang pasti saya berusaha maju terus melangkah tegak dan cuek, dengan cara ini ternyata mujuarab.”
Karma juga dalam dongeng kan? Jadi kalau menunggu hukum Karma yang si Saleh sempat mati kehausan, kelaparan,kepanasan kena matahari. Mbok ya, udah suratan si Saleh kali yang baru terima balasan setelah di Surga.
Kan cuma cerita…?
@cerita anak Shaleh….aku punya teman, ketika anak tersebut bersama bapaknya jalan-jalan ke pasar bertemulah dengan orang tua teman bapaknya tersebut.
“lho ini anaknya ….? wah sudah besar ya…nanti jadi anak Shaleh ya nak”, kata orangtua tersebut sambil mengelus anak itu. Lantas dengan sigap dan spontan anak itu menjawab, “gak mau aku jadi anak Shaleh, aku jadi anak bapak aja”
Ternyata pak Shaleh adalah tukang cukur langganan bapaknya…….
Ketika memulai hari baru, ada tekad untuk mengisi hari dengan penuh harapan dan ingin semua terjadi sempurna menjadi guru yang Profesional, tetapi di dunia nyata banyak hal yang kadang memaksa kita untuk menarik napas, merenung jika tidak ada tempat curahan hari mungkin saya menjadi frustasi,karena adanya diskriminasi dalam perlakuan hukum dan sosial. guru yang rajin jika sekali saja melanggar seorah-olah itu dosa besaaaar, tetapi ada guru lain yang katakanlah sangaaat malaaas, sekali saja rajin mendapat pujian. Sungguh ironis ini terjadi di dunia nyata. Saat ini saya hanya bisa menarik nafas panjang dan mencoba cuek. Mungkinkah hukum karma berlaku ?. Yang pasti saya berusaha maju terus melangkah tegak dan cuek, dengan cara ini ternyata mujuarab.
Walah mas..
tak lama kemudian matahari memanggil para awan, dikumpulkan lalu disuruh menyusun portofolio. Dalam pertemuan itu pun matahari masih sempat berpesan, “Setelah kamu lulus, kamu akan kuberi duit tambahan, tapi kamu jangan melihat ke atas ,jangan terlalu tinggi, jangan terlalu vokal, jangan terlalu kreatif, jangan usul yang macam-macam”. setelah batuk-batuk sebentar matahari melanjutkan lagi, “Bukankah tujuanmu itu duit, sama seperti aku hanya ingin bagi-bagi duit, kualitas nomor 27″, lalu tambahnya lagi “Setelah dapat duit, DIAM, DIAM, DIAM dan DIAM”.
MATAHARI BERONTAK
Yang namanya matahari pastilah panas. Namun walaupun sifatnya panas dia adalah figur makhluk disipiln yang pantas kita contoh. Pada suatu hari, seperti biasa dia punya agenda rutin untuk menyinari bumi. Tiba-tiba hari itu dia marah besar karena niatnya dihalangi oleh Awan. Matahari berontak.
Dia hendak turun untuk marah kepada awan.
Dia hendak turun agar awan tak bisa menghalangi niat baiknya. “Hai awan beraninya engkau menghalangi aktivitasku”, gertak matahari. Si Awan yang lemah lembutpun menjawab, “Bukankah aku hadir disini juga karena aktivitasmu yang menyinari lautan, sungai, danau sehingga mereka mengeluarkan uap dan terkumpullah seperti sekarang ini?!”. Matahari tak mau mendengar penjelasan awan, lalu awanpun disuruh menyingkir dan jangan sekali-sekali menghalangi teriknya. Tidaklah terlalu sulit bagi awan untuk menyingkir, bukan karena takut pada gertakan matahari, bukan karena matahari posisinya di atas, bukan karena matahari yang memberi gaji setiap bulan, bukan karena matahari yang mengesahkan kenaikan pangkat dan berkala, bukan karena tandatangannya laku, Namun awan ingin memberi kebebasan pada matahari untuk berbuat semaunya tanpa harus membuat RPP, silabus, KTSP, penilaian semaunya, melaksanakan UN tanpa mengacu pada prosedur operasional standar, membuat aturan yang justru melanggar UU sisdiknas.
Tanpa awan, malam, dan ozon matahari telah melakukan perbuatan diluar kodrat. Tanah di bumi kering kerontang, tumbuhan layu, produktivitas menurun, prestasi belajar menurun dan akhirnya pendidikan di negeri ini terpuruk.
kelanjutannya diserahkan pada pembaca