Enthung, Kompas bocah pinggir alas

enthung jatiEnthung, kompas bocah pinggir alas. Musim hujan telah tiba, pada masa kecil tahun 75-an saat saat begini saat yang tepat untuk mencari enthung [baca : kepompong (red)] di hutan jati. Enthung ini didapat dari dedaunan jati yang gugur ke tanah. dari balik dedaunan jati yang gugur itulah enthung-enthung bersembunyi. Kepompong berwarna cokelat kehitaman dengan ukuran sekitar 1,5 cm ini dipercaya memiliki kandungan protein yang tinggi.

“Enthung-enthung endi lor endi kidul…..?” Itulah penggalan mantra yang dibaca bocah-bocah kecil saat kebingungan arah di tengah hutan. ya,.. enthung dianggap bisa menunjukkan arah utara-selatan setelah dibacakan mantra. Bagian kepala dipegang tangan, mantra dibaca, maka ekor sang kompas akan bergerak ke dua arah utara-selatan. Apakah mantra itu hingga kini masih digunakan oleh anak-anak sekarang? Ah.. jangankan mencari enthung, pergi ke hutan jati saja pasti banyak yang tidak mau. Continue reading

FacebookTwitterGoogle+TumblrWhatsAppShare