Puisi titrasi

Titrasi

 

Jangan kau murung dengan masammu
Jangan pula kau tanya kenapa aku datang
Pertemuan kita di erlenmeyer akan meluluhkan masammu
Tetes-tetes cintaku dari burret tak kan pernah henti
Sebelum kau hilangkan semua masammu

 
Tersenyumlah…
Tinggalkan seribu tanya, tanggalkan semua beban di pundakmu
Jabat erat tanganku
Kita bersatu menuju titik ekivalen
tiada lagi masam, tiada lagi pahit

 
hanya kaulah yang memahami pahitku
merah muda dari phenolftalein
akan menjadi saksi pertemuan kita
bahwa kau tidak lagi masam dan aku tak lagi pahit

 
Normalitas kita telah sama
tiada lagi ego diantara kita

This entry was posted in PUISI and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post. Post a comment or leave a trackback.

13 Comments

  1. Posted March 17, 2012 at 18:46 | Permalink

    wihhh. mantap pak puisinya,…… :D

  2. Posted March 2, 2012 at 01:01 | Permalink

    Sae sanget, Pak, geguritanipun. Ngantos rumesep sanget wonten ing batos kula. Nuwun.

  3. Posted March 1, 2012 at 21:35 | Permalink

    wew.. hanya dari titrasi bisa menghasilkan puisi seindah ini? :D

  4. Posted February 20, 2012 at 10:40 | Permalink

    dari dulu saya pengin bikin puisi tapi kok gak bisa-bisa ya….
    tapi mantep puisinya “more science..”
    kunjungan balik pak budi

  5. Posted February 17, 2012 at 19:40 | Permalink

    wow … ini puisi yang keren, kang bud. istilah2 IPA yang tersisipkan di dalamnya mengalir dan tidak terkesan dipaksakan. sebuah konvrgensi bahasa yang unik.

  6. Posted February 16, 2012 at 23:35 | Permalink

    kereeeeen., boleh copas ga mas buat di fb hihi.,

  7. Posted February 13, 2012 at 14:59 | Permalink

    luar biasa, pak puisinya!!! keren… lain kali nyoba ahh… :-)

    • Posted February 13, 2012 at 19:12 | Permalink

      coba Lia bikin puisi pelajaran,..ya apa saja

  8. Posted February 12, 2012 at 23:40 | Permalink

    ternyata sastra memang bisa menembus batas keilmuan :D

    • Posted February 13, 2012 at 19:16 | Permalink

      mencoba menjadikan kimia sebagai sesuatu yang indah untuk disuka

  9. Posted February 11, 2012 at 15:41 | Permalink

    puisi yang penuh dengan makna..
    dan yang paham/mengenal istilah kimia tentu tidak akan kesulitan dalam memaknai puisi di atas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your email address will never be published.

Download this post as PDF
CommentLuv badge

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
Plugin from the creators ofBrindes :: More at PlulzWordpress Plugins