Pendidikan Tiada Batas

Titrasi Asam – Basa

Kegiatan praktik asam – basa secara virtual ini seharusnya dilaksanakan pagi tadi di sekolah. Peserta didik telah membawa laptop untuk keperluan praktikum. Saya pun telah membawa laptop sebagai server lokal serta perlengkapan akses poin. Praktikum virtual berbasis web ini memiliki keunggulan bisa dioperasikan secara multi user, sehingga masing-masing siswa yang membawa laptop dapat melakukan percobaan.
Praktikum gagal karena aliran listrik yang sudah saya persiapkan sebelumnya ternyata ada yang memutus. Akhirnya siswa saya suruh mencoba praktik online dari rumah masing-masing sambil mengisi liburan (karena kelas XII tryout). Semoga waktu liburan ini mereka bisa mengisi dengan kegiatan yang bermanfaat.

Pengantar teori dapat dibaca di sini.
Petunjuk Praktik TITRASI ASAM KUAT- dengan BASA KUAT menggunakan indikator PENOLFTALEIN
1. pilih Srong acid – strong base
2. pilih base ( zat basa yang ada dalam buret)
3. pilih asam dan pilih basa yang akan bereaksi
4. pilih penolftalein sebagai indikator
5. tuangkan larutan basa dari buret dengan menggeser SLIDER secara pelan-pelan sampai muncul warna MERAH MUDA kemudian hilang kembali
Titrasi mulai dilakukan dengan menekan tombol DROPWISE
Amati perubahan warna pada tabung erlenmeyer
Titrasi dihentikan jika warna MERAHMUDA tidak hilang lagi
JIKA MENJADI MERAH , ARTINYA VOLUME BASA KELEWAT ( BERLEBIH)
ULANGI dengan menekan tombol RESET
6. saat warna merah muda stabil (pengaduk masih kelihatan berputar)
-titik ekivalen telah tercapai
-jumlah mol asam = jumlah mol basa
catat volume basa yang diperlukan untuk perhitungan. gunakan tabel Excel dengan format kolom seperti di bawah ini

perc.ke ASAM     BASA    
  vol n [asam] vol n [basa]
             
           

7. HITUNG komsentrasi basa dengan rumus

LIHAT RUMUS

Pada saat titik ekuivalen maka mol-ekuivalent asam akan sama dengan mol-ekuivalent basa, maka hal ini dapat kita tulis sebagai berikut:

mol-ekuivalen asam = mol-ekuivalen basa

Mol-ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara Normalitas dengan volume maka rumus diatas dapat kita tulis sebagai:

NxV asam = NxV basa

Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas (M) dengan jumlah ion H+ pada asam atau jumlah ion OH pada basa, sehingga rumus diatas menjadi:

nxMxV asam = nxVxM basa

keterangan :
N = Normalitas
V = Volume
M = Molaritas
n = jumlah ion H+ (pada asam) atau OH – (pada basa)

masukkan nilai M2 (4 digit) kedalam kotak yang telah disediakan
tekan tombol OK
jika titrasi Anda benar akan muncul tulisan CORRECT
ulangi percobaan dengan zat yang sama sebanyak 3 kali, setelah itu lakukan dengan zat yang berbeda

PERTANYAAN
1. apa yang dimaksud dengan titik ekivalen?
2. Apakah fungsi indikator?
3. apa saja yang dapat digunakan sebagai indikator?
4. apa manfaat titrasi?
5. tuliskan komentar Anda tentang parktikum virtual ini

Share

Comments

comments

7 Comments

  1. February 9, 2012    

    jadi inget jaman SMA nih. hehe, 😀

  2. February 7, 2012    

    komentar saya mengenai pembelajaran titrasi asam-basa yang bapak ajarkan adalah sebagai berikut:

    1. pada umumnya tanggapan saya terhadap pembelajaran berbasis virtual web materi titrasi ini, saya menilai sangat bagus pak. kelebihannya, secara tepat siswa bisa menentukan titik ekuivalennya, yang sangat sekali sulit ditentukan jika dilakukan dengan praktikum langsung, terlebih titrant dan titratnya asam-basa kuat, kemudian menghemat biaya dan waktu, dan membuat siswa melek IT. (teringat akan penelitian teman saya, tentang virtual web). Dan mungkin banyak kelebihan yang lainnya yang saya tidak tahu juga sementara bapak lebih tahu.

    namun di sisi lain terdapat beberapa kekurangan, diantaranya: siswa tidak belajar secara real (belajar pengalaman) mencoba sendiri teknik dan analisis titrasi, karena seperti yang kita tahu, analisis titrasi adalah analisis kuantitatif dasar penentuan kadar zat yang sering sekali dipakai. kemudian mungkin siswa banyak yang ngga akan faham (karena tidak dibimbing secara langsung, belajar sendiri di rumah di waktu liburan) dan merasa belajar kimia hanya hitung hitungan teoritis semata. namun tentu saja setiap kekurangan bisa diatasi.

    Saran yang bisa saya ajukan: dipertemuan selanjutnya (atau mungkin nanti pada pembahasan buffer), dilakukan praktikum titrasi di laboratorium, misal analisis kadar cuka, atau analisis obat-obatan yang sampelnya asam organik lemah. Agar siswa merasa ngeh kegunaan titrasi itu untuk apa, dan bisa melakukan teknik titrasi tentunya, karena menurut saya cukup penting. Bahkan kata dosen saya dalam kuliahnya, kita diamanatkan mengajarkan titrasi dengan praktikum di Lab, karena itu menjadi skill dasar dalam ilmu kimia. Dan sekalian juga pak, mengajarkan cara membuat grafik titrasi (keterampilan C5).

    2. Saya mencoba melakukan titrasi yang ada di web bapak, respon saya demikian:
    • Ketika percobaan pertama gagal dan di reset ulang, slider sulit digeser, bisanya di dropwise saja. Mungkin hal ini juga akan teralami oleh siswa, penyelesaiannya adalah dengan me-reload blog bapak, sehingga kembali sedia kala.

    • Mudah-mudahan sebelumnya siswa diberikan pembekalan alat-alat apa saja beserta fungsinya yang dilakukan pada saat titrasi, yang paling penting saat ditampilkan dalam web (buret, magnetic stirrer, erlemneyer). Karena menurut saya itu cukup penting, agar konsep yang ada tidak ada yang missed, dan membuat utuh pemahaman mereka.

    • Mohon di cek ulang pak, di dalam textbook, setau saya rumus penetralan itu adalah jumlah mol ekuivalen asam=jumlah mol ekuivalen basa (N1V1 = N2V2). Kalo kita menjelaskan jumlah mol asam=jumlah mol basa (M1V1 =M2V2) siswa akan miskonsepsi dengan konsep pengenceran. Dan itu pernah dibahas di beberapa jurnal. (ada teman saya, yang seminar kimianya membahas tentang miskonsepsi penetralan). Imbasnya pada saat siswa mencoba titrasi asam diprotik/poliprotik dengan basa monoprotik atau sebaliknya. Kebanyakan siswa yang salah konsep akan salah menjawab.

    3. Dulu sewaktu kuliah, saya pernah dibekali mengenai membuat LKS yang baik dan benar. Katanya LKS yang baik dan benar itu, yang mengarahkan/membimbing siswa secara bertahap dalam melakukan praktikum pak. Tentu saja setiap praktikum harus ada LKSnya. Kalo LKS yang dibuat dengan pertanyaan seperti yang bapak ajukan:
    1.apa yang dimaksud dengan titik ekivalen?
    2. Apakah fungsi indikator?
    3. apa saja yang dapat digunakan sebagai indikator?
    4. apa manfaat titrasi?
    Maka, siswa tidak melakukan praktikum juga bisa mencari di google jawabannya. Ya si pak, saya juga masih belajar dalam membuat LKS, perlu latihan dan kebiasaan karena menurut saya cukup sulit. Berkali-kali saya direject ketika membuat LKS dalam suatu praktikum. Bahkan pengalaman terburuk, LKS teman saya pernah di lempar kena ke saya, karena dirasa ngga bagus buat si dosen. [:)]
    Mungkin pertanyaan yang bisa diajukan agar nantinya bisa sampai ke pertanyaan yang ingin bapak sampaikan sesuai tujuan pembelajaran:
    1. Sebutkan titran dan titrat yang digunakan dalam praktikum
    2. Indikator apa yang digunakan dalam praktikum? Jelaskan alasannya!
    3. Apa yang dapat kamu amati ketika titrasi berlangsung
    Dst…. hingga pertanyaan terakhir, siswa diminta menyimpulkan dari praktikum. Tentu saja harus sesuai dengan tujuan (dan bapak lupa mungkin ya, tidak mencantumkannya)

    Saya rasa mungkin bapak jauh lebih bisa ya, ketimbang saya… yang baru lulus dari kuliahan. Bapak jauh lebih banyak pengalamannya. insyaAllah, kalo LKS yang dibuat benar sesuai kaidah ilmiah (diakhiri dengan menyimpulkan).. katanya sih, bisa menumbukan sikap kritis dan minat terhadap sains. Makanya LKS itu penting supaya baik dan benar, (dan jujur, saya sendiri belum bisa pak hehehe)

    Pak, mungkin itu saja respon dari saya ya… pada intinya, secara keseluruhan saya menilai baik dan mengacungkan jempol untuk bapak, guru kimia teladan yng sangat rajin yang perlu saya tiru. Mohon maaf kalo ada kata-kata yang kurang pas dan ngga enak. Pada dasarnya, saya masih minim pengalaman dan miskin pengetahuan. Saya masih harus jauh belajar untuk menjadi seorang pendidik kimia yang “baik” dan saya yang seharusnya berguru pada bapak.

  3. February 7, 2012    

    Hebat sekali mas model KBMnya. Flashnya mangansetab. Pengin nyoba belon lancar. Berarti, bocah-bocahe dha punya koneksi ya nyampek bisa dinggo PR barang?

  4. ANEKA HOT ANEKA HOT
    February 7, 2012    

    Kebangeten temen to sing nyabut kabele listir kuwi pak? Perlu ditiru kiye modele KBM.

  5. February 5, 2012    

    hebad… tapi sayang otakku ngak nyampe… maaf

  6. February 2, 2012    

    wah… mantab bener metode mendidiknya pak 😀

  7. February 1, 2012    

No Pings Yet

  1. Pembelajaran Berbasis WEB • Guraru on February 25, 2013 at 16:15
  2. Pembelajaran Berbasis WEB – www.budies.info on May 24, 2012 at 13:22
  3. pembelajaran berbasis web | www.budies.info on February 27, 2012 at 19:36

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF

berrybenka

cari produk di Lazada

Google+ follower

Belanja di LAZADA

Lazada Indonesia

Get paid to share your links!
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline