Paradigma Baru Penyiapan Calon Kepala Sekolah

Permendiknas no 28 tahun 2010 adalah paradigma baru penyiapan calon kepala sekolah lebih berkualitas. Peraturan ini ditetapkan tanggal 27 Oktober 2010. Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah dinyatakan tidak berlaku. Yang menjadi permasalahan adalah bersediakah raja-raja kecil meng”INSERT”kan isi peraturan ini ke dalam peraturan daerah yang dipatuhi?

Belakangan ini (terutama setelah diberlakukannya Otonomi Daerah), kerapkali ditemukan kasus rekrutmen kepala sekolah  tanpa disertai Sertifikat Kepala Sekolah, dan kegiatan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah, sebagaimana tertuang dalam Permendiknas no 6 tahun 2009 tentang LPPKS.(Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah).

Jika seorang guru direkrut tanpa sertifikat dan diklat alias melalui proses  sim salabim seperti dalam atraksi sulap, barangkali tidak salah jika ada sebagian orang yang mempertanyakan akan kewenangan dan kelayakan yang bersangkutan. Dengan adanya ketentuan ini,  maka ke depannya diharapkan tidak terjadi lagi kasus-kasus seperti  ini sehingga  sekolah benar-benar  dapat dipimpin oleh orang yang layak dan teruji.

Alur penyiapan calon kepala sekolah yang dikembangkan oleh Lembaga Pengmbangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah.

Proses diklat untuk mendapatkan NUKS (nomor unik kepala sekolah) memerlukan waktu lebih dari 3 bulan,

Hanya bisa berharap permendiknas ini bisa berjalan dengan baik tanpa embel-embel politik, harus mendukung ini itu. Hal ini sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional 2010-2014 yaitu terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional untuk membentuk insan indonesia yang cerdas komprehensif. Semoga.

BAca juga di republika : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/03/21/171206-jadi-kepala-sekolah-guru-harus-pegang-sertifikat-lp2ks

FacebookTwitterGoogle+TumblrWhatsAppShare

banner -twitter

ASEAN Blogger
BannerDirektori Blog Guru Indonesia
<a href="http://www.budies.info/ide-ide/direktori-blog-guru-indonesia.html" target="_blank"><img src="http://www.budies.info/wp-content/uploads/2011/04/blogguruIndonesia.jpg" alt="" width="121" height="50" /></a>

bad instagram

Instagram

About budi santosa

Budi Santosa adalah Guru Barito Timur Kalimantan Tengah yang mengajar Kimia di SMA Negeri 1 Dusun Tengah, mengajak semua guru untuk memiliki blog sebagai sarana meningkatkan kompetensi dan berbagi informasi..

25 thoughts on “Paradigma Baru Penyiapan Calon Kepala Sekolah

  1. NASIR RHOSIDI

    Semoga raja yang adigang adigung bisa insyaf, tau diri, bisa menempatkan diri, dan bisa membawa diri. Tulisan pak Budi setidaknya mengingatkan kami akan aturan itu. Trims Pak Budies

    Reply
  2. RADEN SALEH,S.Pd

    Semoga program LPPKS ini benar benar dilaksanakan di daerah jangan sampai direkayasa sebagaimana yang sudah-sudah, Kalau daerah yang bicara segalanya dpt diatur toh pusat taunya diatas kertas, semoga bukan lagi wacana dan dlm pelaksanaanya mendapat pengawasan dari pusat

    Reply
  3. suparno tejo

    samarinda di tunjuk sebagai piloting oleh LPPKS dalam seleksi calon kepala sekolah, sudah masuk tahap OJL, semoga kepala sekolah yang sudah habis masa jabatan 2 periode, legowo untuk di lengser.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF