Maafkan Bapak ya Nak

Pak Sastro adalah seorang guru di SMA Negeri 1 Dusun Tengah, aktivitasnya di kepramukaan terbawa ke dalam kelas. Disipiln, suka guyon, dan kretif daalam menyajikan materi pelajaran, bahkan dia juga suka tampil unik.

guru sejati, guru bartimPada awal tahun pelajaran biasanya membuat kesepakatan dengan siswa dikelas yang diajarnya, setiap kelas mempunyaikesepakan yang berbeda, tergantung kelas dan mata pelajaran yang diampunya. Maklum pak Sastromengajar 3 mata pelajaran sekaligus, Kimia, TIK, Bahasa Indonesia.

Pada salah satu kelas dihasilkan kesepakatan kalau Pak Sastro sudah masuk kelas, maka siswa yang terlambat menunggu di samping kelas hingga satu jam pelajaran berikutnya, baru boleh masuk. Siswa setuju dan pelajaranpun dimulai.

Minggu pertama setelah kesepakan tidak ada siswa yang terlambat, tak segan-segan Pak Satro memuji kelas ini dengan mengacungkan dua jempolnya, seraya mengucapkan, ” Ini memang kelas hebat”. Seluruh siswa pun tampak bangga dengan pujian ini. Namun pada minggu kedua ada salah satu siswi terlambat. Sebut saja Sari nama siswa yang terlambat itu.

Dengan ekspresi mau menangis, Sari merengek minta diizinkan masuk kelas, namun Pak Sastro minta persetujuan siswa lain sambil mengingatkan kesepakatan yang telah dibuat. Akhirnya dengan bahasa yang halus pak Satro berkata,” Sari ini kita sedang menjalankan kesepakatan, bapak tidak bermaksud menghukummu,.. silakan tunggu di luar”. Dengan raut sedih Sari keluar kelas dan mengikuti pelajaran dari balik jendela.

Minggu ketiga tidak ada siswa yang terlambat, mungkin karena takut disuruh menunggu di luar. Saat pelajaran berlangsung, pak Sastro mendekati tempat duduk sari,:
Pak Sastro, “Maafkan Bapak ya Sari, kamu minggu kemarin terlambat dikarenakan bapak terlalu cepat masuk”.
Sari, “Enggak pak, Bapak nggak salah, Sari yang kesiangan.. ”
Pak Sastro, bertanya ke seluruh siswa, ” Gimana, kalau Bapak masuk kelas agak sedikit siang biar nggak ada yang terlambat…..?”.
Siswa,…” jangan Pak, kami gak akan ada yang terlambat lagi”.

Betul apa yang mereka katakan, ini adalah akhir semester, tidak ada lagi siswa yang terlambat, tidak ada lagi siswa yang belajar di luar kelas.

Bersediakan rekan guru meminta maaf kepada siswa? Salahkah Jika guru meminta maaf seperti apa yang dialami Pak Sastro?

guru inovatif

FacebookTwitterGoogle+TumblrWhatsAppShare

Comments

comments

5 thoughts on “Maafkan Bapak ya Nak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF