Pendidikan Tiada Batas

Cita-cita Setinggi Langit

budi-langit

ilustrasi dari kompasiana

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit, suatu saat kamu akan meraihnya”. Pepatah itu bukan  hal yang asing bagi kita. Hampir setiap guru yang memberi motivasi selalu tidak ketinggalan pepatah mengenai cita-cita yang harus digantung setinggi langit. Benarkah cita-cita itu harus digantung setinggi langit? Harus setinggi itu kah kita menggantungkan cita-cita.

Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), langit adalah ruang luas yang terbentang di atas bumi, tempat beradanya bulan, bintang, matahari, dan planet yang lain; sedangkan menurut wikipedia langit adalah bagian atas dari permukaan bumi, dan digolongkan sebagai lapisan tersendiri yang disebut atmosfer. Langit terdiri dari banyak gas dan udara, dengan komposisi berbeda di tiap lapisannya. Langit sering terlihat berwarna biru, disebabkan karena pemantulan cahaya, tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa langit bisa berubah warna dalam kondisi tertentu, misalnya merah ketika senja, atau hitam saat turun hujan.

Dari dua pengertian mengenai langit di atas dapat dipastikan kita sebagai orang awam tidak bakal bisa mencapai langit. Cita-cita tidak untuk digantungkan, apalagi sampai setinggi langit. Kapan kita pergi ke langit? dimana langit saja kita tidak tahu. Lalu apa mungkin kita bisa pergi ke langit? Langit itu khan hanya pepatah brow…. lalu cita-cita itu hanya pepatah..?. Cita-cita itu untuk digantung….?

Saya lebih suka bagaimana kita menggapai cita-cita, bukan bagaimana cara menggantungkan cita-cita. Sehingga saya lebih suka memilih kalimat pengganti “pepatah legendaris” menjadi, Sekecil apapun cita-citamu, wujudkan. Memiliki cita-cita yang tinggi itu harus, tetapi juga harus melihat kondisi fisik jika cita-cita tersebut berkaitan dengan memerlukan persyaratan fisik. Bercita-cita pingin jadi petinju atau atlet olahragawan tingkat nasional tapi sekarang jarang olahraga bahkan punya penyakit asma. Nah… ini yang bisa disebut hanya mimpi dan menggantungkan cita-cita.

Cita-cita dibuat tangga-tangga sebagai tahapan, misalnya dibuat cita-cita minggu ini, bulan ini, semester ini, tahun ini dan seterusnya. Kalau cita-cita kecil bisa kita wujudkan tahapan untuk menuju cita-cita besar memiliki peluang yang besar. Tidak merokok selama masih sekolah juga bagian dari cita-cita ingin masuk polisi. Membuat tangga cita-cita atau mewujudkan cita-cita secara bertahap harus dibedakan dengan faktor nasib, keberuntungan dan sejenisnya. Cita-cita adalah upaya, cita-cita adalah usaha, cita-cita adalah ikhtiar untuk menuju impian.

Share

Comments

comments

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF

berrybenka

cari produk di Lazada

Google+ follower

Belanja di LAZADA

Lazada Indonesia

Get paid to share your links!
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline