Pendidikan Tiada Batas

Jenis Minyak atau lemak

Tadi pagi ketika mengajar di kelas X pertambangan ada salah seorang siswa menanyakan cara membuat sabun, kemudian pertanyaan dilanjutkan apakah mereka bisa diajak praktik membuat sabun?. Lalu saya bilang siapkan saja bahan bakunya berupa minyak. Saya memilih minyak kelapa karena di daerah kami ada yang menjual(mungkin ada juga yang membuat) minyak kelapa dengan nama “minyak Lala”.

Lemak atau minyak merupakan bahan baku Pembuat Sabun
Secara teoritis semua minyak atau lemak dapat digunakan untuk membuat sabun. Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam memilih bahan mentah untuk membuat sabun. Beberapa bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan sabun antara lain: (https://inuyashaku.wordpress.com/tag/bahan-baku-pembuatan-sabun/)

Minyak atau Lemak
1• Tallow (Lemak Hewan)

Lemak sapi merupakan salah satu hasil ikutan ternak. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih menyukai daging dengan sedikit lemak. Lemak yang tidak dikonsumsi masyarakat akan memiliki nilai tambah jika dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya dengan proses randering. Randering merupakan proses pemurnian lemak yang mengubah jaringan hewan yang tidak berguna menjadi bahan berguna (lemak tallow). Setelah di-randering, lemak bisa digunakan untuk membuat berbagai macam produk. Randering banyak diaplikasikan pada sektor industri.(http://notesilmu.blogspot.co.id/2013/04/rendering-lemak-sapi.html)

Tallow adalah lemak padat pada temperatur kamar dan merupakan hasil pencampuran Asam Oleat (0-40%), Palmitat (25-30%), stearat (15-20%). Sabun yang berasal dari Tallow digunakan dalam industri sutra dan industri sabun mandi. Pada indsutri sabun mandi, tallow biasanya dicampurkan dengan minyak kelapa dengan perbandingan 80% tallow dan 20% minyak kelapa.

2• Minyak Kelapa

Minyak goreng atau minyak kelapa adalah Secara alami, VCNO tidak mengalami hidrogenasi. Hal ini menyebabkan VCNO tidak mengandung asam lemak trans (trans fatty acid) yang berakibat buruk pada kesehatan. Asam lemak trans ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Anggapan konsumsi minyak dengan bahan dari kelapa dalam menu sehari-hari sesuai dengan kebutuhan tidak terbukti memberikan efek buruk terhadap kesehatan dan justru membina kesehatan jantung dan pembuluh darah. Hal tersebut juga ditunjang dengan hasil penelitian yang dilakukan terhadap masyarakat Srilanka menunjukkan rasio LDL/HDL meningkat setelah mengganti konsumsi minyak kelapa dengan minyak jagung. Bukti paling signifikan adalah penelitian Prior pada penduduk Poinesia yang beralih mengkonsumsi minyak modern justru mengalami peningkatan kadar kolesterol total (8). Kandungan kolesterol dalam VCNO adalah dalam kisaran 0 hingga 14 ppm. Dimana nilai tersebut merupakan nilai yang paling rendah dibandingkan dengan kadar kolesterol pada minyak nabati lainnya walaupun kadar bahaya kolesterolnya jauh lebih rendah daripada lemak hewan dan produk susu (Kusumastuty et al 2006).

Menggoreng penganan dengan minyak kelapa juga membuat makanan lebih awet dan tidak cepat tengik. Minyak kelapa mengandung 0.02% free taffy acid (FFA) alias asam lemak bebas. Kandungan asam yang terlalu tinggi, di atas 0.5% (Trubus 2013). (https://rebekapatricia.wordpress.com/2014/08/19/minyak-sawit-minyak-kelapa-mentega-margarin-mana-yang-lebih-aman-dan-sehat/)

Minyak kelapa merupakan komponen penting dalam pembuatan sabun, kerena harga minyak kelapa cukup mahal, maka tidak digunakan untuk membuat sabun cuci. Minyak kelapa ini berasal dari kopra yang berisikan lemak putih dan dileburkan pada suhu 15oC.

3• Minyak Inti Sawit
Minyak inti sawit memiliki karekteristik umum, seperti minyak kelapa dan dapat dijadikan sebagai substituen dari minyak kelapa di dalam pembuatan sabun mandi. Dengan warna minyak yang terang, minyak inti sawit dapat digunakan langsung untuk membuat sabun tanpa perlakuan pendahuluan terlebih dahulu.

4• Minyak Sawit (Palm Oil)
Dalam pembuatan sabun, minyak sawit dapat digunakan dalam berbagai macam bentuk, seperti Crude Palm Oil, RBD Palm Oil (minyak sawit yang telah dibleaching dan dideorisasi), Crude Palm falty Acid dan asam lemak sawit yang telah didestilasi. Crude Plam Oil yang telah dibleaching digunakan untuk membuat sabun cuci dan sabun mandi, RBD Palm Oil dapat digunakan tanpa melalui Pre-Treatment terlebih dahulu. Minyak sawit yang dicampurkan dalam pembuatan sabun sekitar 50% atau lebih tergantung pada kegunaan sabun yang diproduksi.

5• Marine Oil.
Marine oil berasal dari mamalia laut (paus) dan ikan laut. Marine oil memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup tinggi, sehingga harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan baku.

• Castor Oil (minyak jarak).
Minyak ini berasal dari biji pohon jarak dan digunakan untuk membuat sabun transparan.

6• Olive oil (minyak zaitun).
Minyak zaitun berasal dari ekstraksi buah zaitun. Minyak zaitun dengan kualitas tinggi memiliki warna kekuningan. Sabun yang berasal dari minyak zaitun memiliki sifat yang keras tapi lembut bagi kulit.

7• Campuran minyak dan lemak.
Industri pembuat sabun umumnya membuat sabun yang berasal dari campuran minyak dan lemak yang berbeda. Minyak kelapa sering dicampur dengan tallow karena memiliki sifat yang saling melengkapi. Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat dan miristat yang tinggi dan dapat membuat sabun mudah larut dan berbusa. Kandungan stearat dan dan palmitat yang tinggi dari tallow akan memperkeras struktur sabun.

Share

Comments

comments

1 Comment

  1. March 23, 2016    

    Bermanfaat sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF

berrybenka

cari produk di Lazada

Google+ follower

Belanja di LAZADA

Lazada Indonesia

Get paid to share your links!
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline