Dipangkuan Ibu Pertiwi

Hari ini tanggal 5 Juni bertepatan dengan Hari Lingkungan Sedunia. Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat Ibu Pertiwi tersenyum…?

Jika tidak mampu membuat hutan yang lebat dan perkasa, tanamlah sebatang pohon sebagai tempat berteduh dan bermain anak-anak.
Jika tak memiliki tempat yang cukup untuk menanam pohon, kita bisa menanam bunga di halaman rumah untuk menambah keindahan. Bunga yang kecil tidak memerlukan tempat yang luas, bahkan bisa digantung dimana saja kita suka.

Andaisaja bunga-bunga tadi menyebabkan kita alergi, jangan habisi areal rumput di halaman dengan hamparan cor semen. Memang halaman yang dicor semen terkesan bersih, tapi justru menutup pori-pori Ibu Pertiwi untuk bernafas.

Umpamanya semua tidak bisa, kita masih bisa mengikuti tantangan Mas Alam untuk untuk sekedar mengucapkan selamat Hari Lingkungan kepada Ibu Pertiwi. Semoga dipangkuan Ibu Pertiwi kita masih bisa memberikan yang terbaik untuk anak cucu kita.

memotret pancasila

FacebookTwitterGoogle+TumblrWhatsAppShare

Comments

comments

18 thoughts on “Dipangkuan Ibu Pertiwi

  1. Guru bahasa Indonesia tak bisa menulis? Yah, seperti guru renang tidak bisa berenang. Hasilnya??? Mengerikan bukan?

  2. Berkunjung kembali, setelah 3 bulan mati suri…dan ini kunjunga pertama saya…
    “Jika tidak mampu membuat hutan yang lebat dan perkasa, tanamlah sebatang pohon sebagai tempat berteduh dan bermain anak-anak.”
    kata ini begitu mengena bagi saya pak…thank’s for share…

  3. Banyak jalan untuk membuat Ibu Pertiwi tersenyum… Menjalani hari-hari kita dengan tidak melakukan hal-hal yang bodoh tentu akan menjadi salah satu strategi luar biasa untuk membuat Ibu Pertiwi tersenyum.. Semoga kita selalu berada dalam ruang lingkup orang-orang yang demikian…
    Salam 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF