IGI Kab. Barito Timur

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat surat elektronik dan telepon dari Kang Urip, blogger senior dari Sampit Kalimantan Tengah sekaligus guru blog saya. Dalam pembicaraan saya diberi tugas untuk merintis dan membidani lahirnya Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Barito Timur. Tugas yang berat ini saya coba laksanakan dengan mengajak beberapa rekan guru untuk bergabung menjadi anggota Klub Guru Indonesia. Namun hingga saat ini hanya tiga guru yang telah mendaftar menjadi anggota Klub Guru Indonesia, yaitu saya, Bu Siti dan Pak Bayu.

Kendala utama yang saya alami adalah karena domisili saya tidak berada di ibukota kabupaten, sehingga ada rasa “ewuh-pekewuh” untuk mengajak rekan guru dari kecamatan lain. Selain dari pada itu jumlah guru yang menggunakan internet sebagai sarana menambah wawasan dan informasi masih sedikit. Forumborneo yang dipandegani Pak Akhta juga membantu mengampanyekan budaya ngeblog di kalangan guru.

***

Ikatan Guru Indonesia (dulu bernama Klub Guru Indonesoa) merupakan organisasi profesi guru yang disahkan pemerintah melalui SK Depkumham nomor AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009, tertanggal 26 November 2009. Melalui IGI, para guru dapat saling bertemu, belajar, berbagi pengalaman tentang metode, konsep, dan pendekatan baru dalam dunia pendidikan, dengan motto “Sharing and Growing Together”

IKATAN GURU INDONESIA (IGI)

Jl. Jatipadang 23 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12540

Telp (021) 7883-6778, Fax (021) 7884-7363

Email: info@igi.or.id

Tata Cara Pembentukan Ikatan Guru Indonesia (IGI)  WilayahAturan Mengenai IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

1. Definisi

IGI di Wilayah Kota/Kabupaten adalah kelompok lokal anggota IGI di suatu wilayah kota/kabupaten tertentu

2. Tujuan

IGI di Wilayah Kota/Kabupaten bertujuan:
a. Mewadahi anggota IGI di wilayah Kota/Kabupaten tertentu
b. Menjadi sarana komunikasi anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten
c. Menjadi simpul-simpul koordinasi anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

3. Cakupan

a. Daerah tingkat 2, yakni kabupaten dan kota (kotamadya)
b. Perkecualian pada: DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Bali, cakupannya pada daerah tingkat 1

4. Keanggotaan

Anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten adalah anggota IGI berstatus aktif

5. Tata Cara Pembentukan

a. IGI di Wilayah Kota/Kabupaten bisa dibentuk atas usulan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anggota yang berdomilisi di wilayah kota/kabupaten bersangkutan.
b. Pembentukan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten harus disahkan secara tertulis dengan Surat Keputusan oleh IGI dan diumumkan secara terbuka melalui media yang dimiliki oleh IGI.
c. Pengajuan pembentukan IGI di Wilayah Kota / Kabupaten dilakukan secara tertulis atau lewat e-mail yang dikirim ke sekertariat IGI
d. Isi surat atau e-mail permohonan pembentukan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten adalah: wilayah kerja (nama kota atau nama kabupaten), daftar nama anggota IGI pengusul yang dilengkapi dengan nomor ID anggota, dan tanggal pendaftaran

6. Penamaan

a. Nama IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dibuat sama dengan nama daerah tingkat 2
b. Contoh penamaan: IGI di Wilayah Kota/Kabupaten untuk anggota IGI yang tinggal di Kota/Kabupaten Madiun dinamai IGI Kota/Kabupaten Madiun
c. Penamaan untuk wilayah DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Bali dinamai sesuai dengan nama daerah tingkat satu, merujuk pada poin 3.b
d. Dalam hal nama kabupaten dan nama kota merupakan kesamaan, maka kedua wilayah tersebut bisa disatukan dalam 1 (satu) kesatuan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten
e. Dalam hal seperti tersebut pada poin 7.d dikehendaki pemisahan, maka IGI di kabupaten menggunakan nama ibukota kabupaten, contoh: IGI di Wilayah Kota/Kabupaten untuk anggota yang tinggal di Kabupaten Ungaran dinamai IGI Kabupaten Ungaran
f. Penamaan IGI Wilayah harus disahkan secara tertulis oleh Pengurus Pusat IGI

7. Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

a. Dalam setiap IGI di Wilayah Kota/Kabupaten harus ada pengurus lengkap yang terdiri atas minimal : Ketua, Sekretaris, dan Bendahara
b. Pengurus dipilih secara swadaya oleh anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dan disetujui oleh Pengurus Pusat IGI.
c. Pengajuan nama Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dilakukan secara tertulis atau lewat e-mail ke sekretariat Pengurus IGI.
d. Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten wajib melaporkan perubahan jumlah anggota IGI wilayahnya minimal 3 (tiga) bulan sekali
e. Masa tugas Pengurus  IGI di Wilayah Kota/Kabupaten adalah 1 (satu) tahun dan bisa diperpanjang maksimal hingga 3 (tiga) kali masa tugas atau selama-lamanya selama 3 (tiga) tahun
f. Pemilihan Pengurus dilakukan secara swadaya oleh anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dan hasilnya dimintakan persetujuan kepada Pengurus Pusat IGI

8. Pendaftaran Anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

a. Pendaftaran anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dilakukan dengan mengajukan permohonan dengan mengisi formulir yang telah tersedia kepada Pengurus setempat.
b. Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten akan mengajukan permohonan dengan nama dan identitas lengkap dengan foto kepada Pengurus Pusat IGI.
c. Pengurus Pusat akan mencetak Kartu Anggota IGI dan kemudian mengirimnya kembali ke Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten
d. Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten selanjutnya akan menyerahkan kartu anggota kepada masing-masing anggotanya

9. Administrasi dan Keuangan

a. IGI di Wilayah Kota/Kabupaten akan menarik iuran keanggotaan hanya sekali selama masa keanggotaan berlangsung. Iuran keanggotaan ini akan disetorkan ke Pengurus Pusat sebagai biaya untuk pembuatan Kartu Anggota dan urusan administrasi lainnya.
b. Dalam hal IGI  di Wilayah Kota/Kabupaten hendak melakukan kegiatan, maka IGI di Wilayah Kota/Kabupaten bisa mengumpulkan dana dari anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten bersangkutan di bawah pertanggungjawaban Pengurus.
c. Apabila setelah melakukan kegiatan ada sisa dana maka sisa dana tersebut disimpan oleh Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten untuk digunakan pada kegiatan berikutnya
d. Catatan pengumuman keuangan diumumkan secara terbuka oleh Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten kepada anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dan Pengurus Pusat IGI

10. Perpindahan Anggota Antar-Wilayah

a. Satu orang anggota IGI hanya diperkenankan menjadi anggota 1 IGI di Wilayah Kota/Kabupaten tertentu saja.
b. Dalam hal perpindahan domisili, maka anggota IGI yang hendak berpindah keanggotaan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten melakukan prosedur: memberitahukan secara tertulis atau via e-mail kepada Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten asal dengan tembusan kepada Pengurus Pusat IGI dan melakukan pendaftaran kepada IGI di Wilayah Kota/Kabupaten tujuan sesuai poin 8

11. Kegiatan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

a. Mengadakan kegiatan berskala lokal sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setiap 1 (satu) bulan, yang bisa berupa: seminar, workshop, pelatihan, riset, expo, dan lain-lain yang bersifat terbuka untuk anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten meskipun tidak berasal dari wilayah tersebut
b. Mengadakan Seminar berskala Regional sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun, yang perencanaannya sudah harus diberitahukan kepada Pengurus Pusat IGI selambat-lambatnya di akhir tahun pada tahun sebelumnya
c. Menjadi penghubung bagi anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dari wilayah lain yang sedang berkunjung, dengan harapan bisa membantu dan memberikan informasi yang berguna tentang wilayahnya.

12. Permasalahan Internal IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

Dalam hal terjadi permasalahan internal di IGI Wilayah yang berupa permasalahan:
a. antar-anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten,
b. antara pengurus, dan/atau
c. antara anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dan para pengurus,

maka permasalahan tersebut hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan internal IGI di Wilayah Kota/Kabupaten, dan bisa dibawa ke Pengurus Pusat IGI untuk diselesaikan jika penyelesaian internal tidak bisa ditempuh

13. Evaluasi

Keberadaan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten akan ditinjau dan dievaluasi setiap tahun yang bertujuan kepada:

a. pembinaan kepada IGI di Wilayah Kota/Kabupaten yang aktif
b. penutupan atau penonaktifan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten yang tidak aktif

14. Kerjasama

a. IGI di Wilayah Kota/Kabupaten diperkenankan membuat kerja sama dengan pihak lain sejauh bertujuan mengadakan kegiatan yang membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan dan anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten di wilayah bersangkutan
b. Kerjasama antara IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dengan pihak lain hanya bisa dilakukan atas ijin dan sepengetahuan Pengurus Pusat IGI.
c. Para pengurus dan/atau anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten tidak diperkenankan memanfaatkan nama IGI untuk kepentingan pribadi dan/atau merugikan IGI.

15. Penggunaan Logo dan Atribut IGI

Semua IGI Wilayah diwajibkan untuk menggunakan logo IGI yang sama dengan tambahan nama wilayah Kota/Kabupaten masing-masing. Sebagai contoh : IGI Kota Madiun akan menggunakan gambar logo yang sama dengan gambar logo yang dipakai IGI dan IGI wilayah lain kecuali tulisan yang berbeda “Ikatan Guru Indonesia Kota Madiun”

Aturan Mengenai IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

1. Definisi


IGI di Wilayah Kota/Kabupaten adalah kelompok lokal anggota IGI di suatu wilayah kota/kabupaten tertentu

2. Tujuan


IGI di Wilayah Kota/Kabupaten bertujuan:

a. Mewadahi anggota IGI di wilayah Kota/Kabupaten tertentu

b. Menjadi sarana komunikasi anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

c. Menjadi simpul-simpul koordinasi anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

3. Cakupan

a. Daerah tingkat 2, yakni kabupaten dan kota (kotamadya)

b. Perkecualian pada: DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Bali, cakupannya pada daerah tingkat 1

4. Keanggotaan


Anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten adalah anggota IGI berstatus aktif

5. Tata Cara Pembentukan

a. IGI di Wilayah Kota/Kabupaten bisa dibentuk atas usulan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anggota yang berdomilisi di wilayah kota/kabupaten bersangkutan.

b. Pembentukan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten harus disahkan secara tertulis dengan Surat Keputusan oleh IGI dan diumumkan secara terbuka melalui media yang dimiliki oleh IGI.

c. Pengajuan pembentukan IGI di Wilayah Kota / Kabupaten dilakukan secara tertulis atau lewat e-mail yang dikirim ke sekertariat IGI

d. Isi surat atau e-mail permohonan pembentukan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten adalah: wilayah kerja (nama kota atau nama kabupaten), daftar nama anggota IGI pengusul yang dilengkapi dengan nomor ID anggota, dan tanggal pendaftaran

6. Penamaan

a. Nama IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dibuat sama dengan nama daerah tingkat 2

b. Contoh penamaan: IGI di Wilayah Kota/Kabupaten untuk anggota IGI yang tinggal di Kota/Kabupaten Madiun dinamai IGI Kota/Kabupaten Madiun

c. Penamaan untuk wilayah DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Bali dinamai sesuai dengan nama daerah tingkat satu, merujuk pada poin 3.b

d. Dalam hal nama kabupaten dan nama kota merupakan kesamaan, maka kedua wilayah tersebut bisa disatukan dalam 1 (satu) kesatuan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

e. Dalam hal seperti tersebut pada poin 7.d dikehendaki pemisahan, maka IGI di kabupaten menggunakan nama ibukota kabupaten, contoh: IGI di Wilayah Kota/Kabupaten untuk anggota yang tinggal di Kabupaten Ungaran dinamai IGI Kabupaten Ungaran

f. Penamaan IGI Wilayah harus disahkan secara tertulis oleh Pengurus Pusat IGI

7. Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

a. Dalam setiap IGI di Wilayah Kota/Kabupaten harus ada pengurus lengkap yang terdiri atas minimal : Ketua, Sekretaris, dan Bendahara

b. Pengurus dipilih secara swadaya oleh anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dan disetujui oleh Pengurus Pusat IGI.

c. Pengajuan nama Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dilakukan secara tertulis atau lewat e-mail ke sekretariat Pengurus IGI.

d. Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten wajib melaporkan perubahan jumlah anggota IGI wilayahnya minimal 3 (tiga) bulan sekali

e. Masa tugas Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten adalah 1 (satu) tahun dan bisa diperpanjang maksimal hingga 3 (tiga) kali masa tugas atau selama-lamanya selama 3 (tiga) tahun

f. Pemilihan Pengurus dilakukan secara swadaya oleh anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dan hasilnya dimintakan persetujuan kepada Pengurus Pusat IGI


8. Pendaftaran Anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

a. Pendaftaran anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dilakukan dengan mengajukan permohonan dengan mengisi formulir yang telah tersedia kepada Pengurus setempat.

b. Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten akan mengajukan permohonan dengan nama dan identitas lengkap dengan foto kepada Pengurus Pusat IGI.

c. Pengurus Pusat akan mencetak Kartu Anggota IGI dan kemudian mengirimnya kembali ke Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

d. Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten selanjutnya akan menyerahkan kartu anggota kepada masing-masing anggotanya

9. Administrasi dan Keuangan

a. IGI di Wilayah Kota/Kabupaten akan menarik iuran keanggotaan hanya sekali selama masa keanggotaan berlangsung. Iuran keanggotaan ini akan disetorkan ke Pengurus Pusat sebagai biaya untuk pembuatan Kartu Anggota dan urusan administrasi lainnya.

b. Dalam hal IGI di Wilayah Kota/Kabupaten hendak melakukan kegiatan, maka IGI di Wilayah Kota/Kabupaten bisa mengumpulkan dana dari anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten bersangkutan di bawah pertanggungjawaban Pengurus.

c. Apabila setelah melakukan kegiatan ada sisa dana maka sisa dana tersebut disimpan oleh Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten untuk digunakan pada kegiatan berikutnya

d. Catatan pengumuman keuangan diumumkan secara terbuka oleh Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten kepada anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dan Pengurus Pusat IGI

10. Perpindahan Anggota Antar-Wilayah

a. Satu orang anggota IGI hanya diperkenankan menjadi anggota 1 IGI di Wilayah Kota/Kabupaten tertentu saja.

b. Dalam hal perpindahan domisili, maka anggota IGI yang hendak berpindah keanggotaan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten melakukan prosedur: memberitahukan secara tertulis atau via e-mail kepada Pengurus IGI di Wilayah Kota/Kabupaten asal dengan tembusan kepada Pengurus Pusat IGI dan melakukan pendaftaran kepada IGI di Wilayah Kota/Kabupaten tujuan sesuai poin 8

11. Kegiatan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten

a. Mengadakan kegiatan berskala lokal sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setiap 1 (satu) bulan, yang bisa berupa: seminar, workshop, pelatihan, riset, expo, dan lain-lain yang bersifat terbuka untuk anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten meskipun tidak berasal dari wilayah tersebut

b. Mengadakan Seminar berskala Regional sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun, yang perencanaannya sudah harus diberitahukan kepada Pengurus Pusat IGI selambat-lambatnya di akhir tahun pada tahun sebelumnya

c. Menjadi penghubung bagi anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dari wilayah lain yang sedang berkunjung, dengan harapan bisa membantu dan memberikan informasi yang berguna tentang wilayahnya.

12. Permasalahan Internal IGI di Wilayah Kota/Kabupaten


Dalam hal terjadi permasalahan internal di
IGI Wilayah yang berupa permasalahan:

a. antar-anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten,

b. antara pengurus, dan/atau

c. antara anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dan para pengurus,

maka permasalahan tersebut hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan internal IGI di Wilayah Kota/Kabupaten, dan bisa dibawa ke Pengurus Pusat IGI untuk diselesaikan jika penyelesaian internal tidak bisa ditempuh

13. Evaluasi


Keberadaan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten akan ditinjau dan dievaluasi setiap tahun yang bertujuan kepada:

a. pembinaan kepada IGI di Wilayah Kota/Kabupaten yang aktif

b. penutupan atau penonaktifan IGI di Wilayah Kota/Kabupaten yang tidak aktif


14. Kerjasama

a. IGI di Wilayah Kota/Kabupaten diperkenankan membuat kerja sama dengan pihak lain sejauh bertujuan mengadakan kegiatan yang membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan dan anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten di wilayah bersangkutan

b. Kerjasama antara IGI di Wilayah Kota/Kabupaten dengan pihak lain hanya bisa dilakukan atas ijin dan sepengetahuan Pengurus Pusat IGI.

c. Para pengurus dan/atau anggota IGI di Wilayah Kota/Kabupaten tidak diperkenankan memanfaatkan nama IGI untuk kepentingan pribadi dan/atau merugikan IGI.

15. Penggunaan Logo dan Atribut IGI

Semua IGI Wilayah diwajibkan untuk menggunakan logo IGI yang sama dengan tambahan nama wilayah Kota/Kabupaten masing-masing. Sebagai contoh : IGI Kota Madiun akan menggunakan gambar logo yang sama dengan gambar logo yang dipakai IGI dan IGI wilayah lain kecuali tulisan yang berbeda “Ikatan Guru Indonesia Kota Madiun”

FacebookTwitterGoogle+TumblrWhatsAppShare

Comments

comments

28 thoughts on “IGI Kab. Barito Timur

  1. Pingback: Kekasih Baru ForumborneoPRO | www.budies.info

  2. I really assumed i’d publish and let you realize your websites is handy for uncovered the invaluable approach.I really really like your blog.Effectively and efficiently, the piece of writing is in actuality the top on this worth while subject. I concur along with your results and will eagerly look forward to your arriving update versions. Precisely saying thanks is not going to just be enough, for your incredible lucidity with your methods. I will straight away grab your rss feed to stay informed of any updates.Legitimate do the job and a lot accomplishment inside your deliver the results and business enterprise tries.In any case always keep up the decent efforts.Appreciate it.

  3. apakah sama dengan PGRI pak definisinya ?
    semoga organisasinya awet dan tahan lama pak 😀

    pak kalau tidak berkenan saya mau tukeran link, link pak budi sudah saya pasang di blogroll dibawah postingan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF