Pendidikan Tiada Batas

Tingginya tak diketahui

Pemeriksaan kesehatan anak sekolah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan puskesmas sebagai suatu cara untuk memantau kesehatan anak sekolah dasar.  Pemeriksaan anak sekolah melibatkan tim yang terdiri dari yang memeriksa gigi, tinggi dan berat badan serta petugas laboratorium yang memeriksa darah.

Kegiatan skreening (pemeriksaan kesehatan) Puskesmas kali ini berada di SDN Janah Harapan, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2011 dengan sasaran siswa kelas V dan kelas VI.

Pihak sekolah sebagai sasaran sangat kooperatif dengan pelaksanaan skreening, sekolah menyadari bahwa skreening memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan siswa-siswinya apalagi dalam skreening juga disertai dengan imunisasi campak sehingga anak diberi vaksin kekebalan agar terbebas dari penyakit campak. Apabila ada anak yang sakit baik demam, sakit gigi dsb akan diberi surat rujukan ke puskesmas sehingga mendapatkan perawatan lebih lanjut. Begitu juga dengan anak yang tidak masuk akan dilaporkan kepada guru kelas agar orangtua yang bersangkutan mengantarkan anaknya ke puskesmas untuk tetap menjalani skrening, sehingga bisa pastikan sasaran skreening telah mencapai 100 %.

Upaya skreening ini sangat penting karena merupakan suatu upaya kesehatan yang bersifat pencegahan (preventif) yang ditujukan kepada anak usia sekolah dasar yang kadang kurang diperhatikan secara khusus oleh orangtua siswa.

Kebetulan anak kami Wegig Hasan Robbiagni dan Wegig Husain Robbiardi ikut di skreening. Sesampai di rumah mereka bercerita mengenai apa yang baru saja dialaminya di sekolah. “Bu, tinggi saya tidak diketahui, bilang buDokter”, sikembar bercerita kepada ibunya. “Karena meteran yang dibawa buDokter panjangnya cuman 150 cm, padahal kami kan 160 cm lebih”. Ya sikembar walaupun masih kelas VI SD tingginya sudah lebih dari 160 cm, seperti bapaknya. Jadi wajar saja kalau hari itu petugas puskesman Ampah tidak mengetahui tingginya sikembar.

Share

Comments

comments

8 Comments

  1. April 6, 2011    

    waa.. ga jauh beda ma mee ^___^

  2. March 31, 2011    

    pakai pluggin SEO .. , biar cepat tinggi

  3. March 31, 2011    

    Wow… anaknya tingginya segitu.. gimana dengan bapaknya ya.. hahaha

  4. March 30, 2011    

    Tingginya kok sudah 160 cm, dikasih makan apa too, Pak?

  5. March 30, 2011    

    ya kita hargai sebagai upaya yang membantu tindakan kesehatan prefentif

  6. March 30, 2011    

    wah…law udah dewasa bisa ikut di NBA tuh anak bapak.

  7. March 30, 2011    

    Oallah…sudah jauh-jauh bertandang ternyata gak bawa alat memadai. Sayang waktu!

  8. March 29, 2011    

    “Satu kalimat : “Sedia Payung Sebelum Hujan” Ini pengalaman buat Petugas yg survey… supaya sdh tau perkembangan anak-anak dari tahun-ketahun jelas akan berbeda,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF

Google+ follower

edubudies


Get paid to share your links!
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline