Sebenarnya Saya Bisa

Membaca tulisan di blog Pak Sawali yang berjudul Guru, Blog dan Media Aktualisasi diri, saya jadi  ingat sahabatnya teman saya. Kawanku punya teman, temannya punya kawan, Ketika dibicarakan internet dia berkata, “Sebenarnya saya bisa” hanya saja saya tidak punya waktu untuk menulis, apalagi blogwalking ke sesama blog guru. Alasan seperti ini banyak dijumpai ketika kita mengajak teman-teman untuk ngeblog sebagai sarana berkomunikasi sesama guru.

Saya tidak punya cukup waktu untuk ngeblog.
Alasan ini yang paling banyak  kita jumpai. Padahal ketika dilihat dari tugas-tugas yang berkaitan keprofesionalannya tidak begitu padat, malah cenderung banyak waktu luang yang terbuang. Hal ini dapat ditilik dari update status di jejaring sosial facebook. Malahan sering kita jumpai tulisan statusnya sama sekali tidak mencerminkan bahwa dia seorang guru yang profesional.

Saya tidak bisa menulis.
Hmmm,… yang ini adalah alasan yang cukup aneh. Kenapa aneh? Bukankah aktivitas guru itu berkaitan dengan membaca dan menulis. Lebih parah lagi jika yang berkata demikian ini adalah guru-guru bahasa , yang nyata-nyata selalu menyuruh anak didiknya untuk menulis, membuat cerpen, membuat puisi, membuat resensi. Memberi contoh memang mudah, tapi bukankah menjadi contoh jauh lebih baik? Alangkah hebatnya jika bahasa diajar oleh guru-guru yang memang selalu menghasilkan tulisan.
Blog yang berasal dari weblog, adalah milik pribadi. Blog dapat dijadikan tempat untuk berlatih menulis jika memang beralasan belum pandai menulis. Tulisan yang baik dihasilkan dari sebuah proses. Panjang pendeknya proses bergantung dari kesungguhan untuk belajar.

Apa yang saya tulis..?
Ini agak masuk akal. Setidaknya pada awal-awal membuat blog kebingungan mencari bahan untuk ditulis. Blog dapat difungsikan sebagai LOG, yaitu kumpulan catatan yang kita lakukan sehari-hari. Ya,.. mirip buku harian. Kegiatan harian seorang guru selalu dinamis, selalu saja ada hal baru yang ditemukan saat berhadapan dengan peserta didiknya. Pengalaman-pengalaman mengatasi permasalahan di kelas merupakan tulisan yang bagus yang bisa memberi inspirasi bagi rekan guru lain yang menghadapi permasalahan yang sama.

Sebenarnya kita semua bisa…..

FacebookTwitterGoogle+TumblrWhatsAppShare

Comments

comments

19 thoughts on “Sebenarnya Saya Bisa

  1. Wahh.. serunyaa.. bagi saya pribadi, bergelut di dunia situs menjadi kebahagiaan tersendiri.. lumayan buat menghabiskan waktu yang terbuang sia-sia.. yah, sesekali saja mengadakan pertemuan dengan teman-teman tuk tetap mempererat tali persahabatan,.. Nge Blog itu sangat asiikk… Berbagi ilmu, pengalaman dan banyak lagi hal-hal menarik dan tidak menarik lainnya kita bisa tuangkan dalam sebuah Blog.. Mengetahui banyak sekali info2 luar biasa dari blog teman2, menjadikan pikiran kita tidak sempit… 🙂
    Salam…

  2. Guru yang profesional adalah dambaan kita semua termasuk anak didik dan orang tua murid. Apalagi sekarang kesejahteraan para guru diperhatikan oleh pemerintah. Tentunya mereka akan memberikan yang terbaik bagi anak didiknya di sekolah. Kami salut dengan para guru yang mengekspresikan pemikiran, konsep, pengalaman, ide dan lainnya ke dalam blog atau web. Langkah seperti ini tentunya dapat dicontoh bagi rekan guru yang lain. Salam sukses.

  3. Neng nggonaku malah ana sing alesan ngene pak? Nggo apa ngeblog kuwi? Koyo ora nduwe gawean….
    Sing ngeri meneh, ngeblog kuwi kanggone wong sing males kerjo, seneng duduk manis.
    Memang perlu proses pak.

  4. Salam Sobat
    Benar semua pasti bisa
    Cuma tidal mau mencoba saja
    Menullis blog itu asyik Dan bisa menuangkan pikiran lewat tulisan

  5. terima kasih pak atas semangat yang tanpa lelah terus Bapak berikan kepada blogger-blogger junior tuk berkarya. terus semangat pak..!!
    saya yakin kerja keras Bapak gak akan sia-sia karena kerja keras Bapak itulah yang menjadi semangat dalam jiwa kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF