PUISI TITRASI

Seperti janji saya kepada Pak Sunarno, saya akan belajar membuat puisi. Tentu Pak Sawali akan memberi masukan

ASIDIMETRI

Seasam apakah dirimu?

Hingga penolftalein yang telah merasuk tak kunjung memerah

Buret yang menodongmu terus meneteskan titrant

Erlemneyer tak henti bergoyang

Dengan irama yang konstan

Seasam apakah dirimu?

Hingga penolftalein yang telah tertanam di hatimu tak jua kau tunjukkan

Sebentar jingga

Setelah itu pudar lagi

Apakah aku salah takar?

Pipet volum yang kugunakan telah terkalibrasi

Seasam apakah dirimu?

Titik ekivalen yang kutunggu begitu membosankan

Hampir habis basaku

Tetes demi tetes basaku

Ingin menghasilkan garam yang berguna

Seasam apa dirimu,

Aku adalah basa kuat!

Jangan paksa aku mencari asam lain

Untuk menghasilkan garam yang berguna

Seasam apakah dirimu?

Hingga aku harus berkata

ASAM….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

012010

FacebookTwitterGoogle+TumblrWhatsAppShare

Comments

comments

56 thoughts on “PUISI TITRASI

  1. Nice information, many thanks to the author. It is incomprehensible to me now, but in general, the usefulness and significance is overwhelming. Thanks again and good luck!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download this post as PDF